Majalengka Butuhkan Energi Listrik 60 MW

Friday, 9 October 2015   ·   No Comments

bundaran munjul majalengkaMAJALENGKA,.- Kabupaten Majalengka membutuhkan energi listrik mencapai 60 mega watt untuk memenuhi kebutuhan insdustri. Jumlah kebutuhan tersebut belum termasuk kebutuhan rumah tangga yang setiap bulannya pendaftar penyambungan listrik mencapai 1.000 kepala keluarga dengan daya yang dimohon antara 450 watt hingga 900 watt.

Di Kabupaten Majalengka sendiri masih sebanyak 16 persen kepala kelurga yang rumahnya belum teraliri listrik, sedangkan jumlah pelanggan listrik yang ada saat ini mencapai 300.000 pelanggan.

Menurut keterangan Majanajer UPJ Majalengka Asmansyah dan Manajer UPJ Jatiwangi Aditya Setiawan, Rabu (7/10/2015), karena minimnya daya yang tersedia kini banyak pengusaha yang bergerak dibidang industri elektronik dan insustri lainnya terpaksa menunda pembangunan pabriknya hingga pasokan listrik tersedia.

“Industri elektronik yang sudah mendaftar ke kami meminta dipasang jaringan litrik sebanyak tiga perusahaan, total kebutuhan tiga perusahaan tersebut mencapai 2,2 mega watt. Kini kami masih menunggu selesainya pembangunan GI di Kadipaten, karena daya yang tersedia di saat jam sibuk atau malam hari sudah habis,” jelas Aditya Setiawan.

Saat ini menurut Aditya, ada puluhan pengusaha aneka indusri lainnya yang juga sudah menjajagi ketersediaan energi listrik, hanya saja mereka belum mendaftar secara resmi kepada PLN seperti yang dilakukan tiga indudtri elektronik tersebut.

“Kebutuhan energi listrik untuk industri di Kabupaten Majalengka saat ini memang cukup tinggi mencapai 30 persen dari total kebutuhan yang ada. Jumlah kebutuhan masih akan bertambah seiring dengan banyaknya pengusaha yang akan mendirikan pabriknya di Kabupaten Majalengka,” kata Aditya.

Karena terbatasnya daya, sejumlah industri yang sudah beropreasipun kini hanya bisa beroperasi pada jam-jam tertentu disiang hari, sedangkan pada jam-jam sibuk mulai pukul pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 pagi berhenti beroperasi. Makanya semua pabrik tidak memberlakukan jam malam. Terkecuali pabrik yang memiliki generator sendiri yang pasokan listriknya bukan berasald ari PLN.

Sementara itu kebutuhan listrik rumah tanggapun menurut Asmansyah sangat tinggi, setidaknya setiap bulannya ada sekitar 1.000 lebih pemonoh pemasang baru dari keluarga tidak mampu yang biaya measangannya harus disubsidi oleh pemerintah. Mereka semua mengajukan pemasangan dengan daya 450 watt hingga 900 watt.

Dengan adanya rencana pembangunan Gardu Induk di Kabupaten Majalengka masing-masing di Cikijing, Kadipaten dan Panyingkiran diharapkan kebutuhan pasokan listrik akan terpenuhi. Seluruh industripun bisa secepatnya beroperasi. “Untuk pembangunan fisik satu gardu induk mungkin bisa selesai satu hingga dua tahun, yang jadi kendala sekarang untuk membangun gardu adalah pembebasan lahan seperti yang dilakukan di Panyingkiran ada dua pemilik tanah yang minta ganti rugi diatas harga perkiraan tim apraisal, makanya kemungkinan pembangunan GI akan digeser,” kata Asmansyah.(Tati Purnawati/A-147)***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2015/10/07/345210/majalengka-butuhkan-energi-listrik-60-mega-watt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

5,649 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE